PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK
Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Di sanalah nilai-nilai kehidupan, akhlak, dan iman ditanamkan. Peran orang tua sangat menentukan arah kehidupan seorang anak, apakah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan berakhlak mulia atau sebaliknya. Pendidikan yang diberikan oleh orang tua bukan hanya berupa ilmu pengetahuan duniawi, tetapi juga pendidikan moral, spiritual, dan sosial yang berlandaskan pada ajaran Islam.
Islam memberikan perhatian besar terhadap tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Hal ini dijelaskan dalam Al qur’an.
Allah Subhānahu wa Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrīm: 6)
Ayat ini menegaskan kewajiban setiap orang tua untuk menjaga keluarganya dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan agama, membimbing mereka menuju ketaatan, dan menjauhkan dari maksiat.
Demikian pula dalam doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalām yang menggambarkan peran seorang ayah yang selalu mendoakan anak keturunannya agar senantiasa mendirikan salat:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrāhīm: 40)
Ayat ini menegaskan pentingnya doa dan usaha orang tua agar anak-anaknya tumbuh dalam
Rasulullah ﷺ juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak.
Rosulullah saw sabdanya:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam konteks keluarga, ayah dan ibu adalah pemimpin bagi anak-anaknya. Mereka bertanggung jawab atas endidikan, perilaku, dan akhlak yang terbentuk dalam diri anak-anaknya.
Berikut Peran Kedua Orang Tua dalam Pendidikan Anak, antara lain :
Pertama, Orang Tua mampu Menjadi Teladan yang Baik
Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi mereka membutuhkan contoh nyata dari kedua orang tua. Ketika orang tua rajin beribadah, jujur, dan sopan, maka anak akan meniru perilaku itu tanpa disuruh. Tegasnya jika ingin anak anak kita rajin beribadah, maka kita sebagai orang tua harus terlebih dulu rajin beribadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang ayah memberikan kepada anaknya suatu pemberian yang lebih baik daripada akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Kedua, Memberikan Pendidikan Agama Sejak Dini
orang tua yang bijak, akan mengajarkan anak anaknya untuk mengenal Allah SWT. Yaitu dengan cara mengenalkan kalimat tauhid, belajar tata cara sholat, membaca Al-Qur’an, serta nilai-nilai akhlakul karimah, karena hal ini merupakan fondasi yang utama. Pendidikan agama yang kuat akan menjadi benteng moral anak di tengah derasnya arus globalisasi.
Ketiga, Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian
Islam mengajarkan keseimbangan antara kasih sayang dan ketegasan. Anak yang tumbuh dengan kasih sayang akan merasa aman dan memiliki kepercayaan diri yang baik. Rasulullah ﷺ sendiri dikenal sangat lembut kepada anak-anak. namun adakalanya kedua orang tua juga perlu tegas terhadap anak manakala anak tidak mau mendengarkan nasehat yang baik. Jangan sampai memberikan kasih sayang yang salah. Misalkan membiarkan anak bermain game seharian asal anak diam, tidak rewel. Ini bukan kasih sayang yang anjurkan dalam Islam.
Keempat, Mendoakan Anak dengan Doa yang Baik
Doa orang tua adalah senjata paling ampuh bagi anak. Dalam sebuah hadis disebutkan:
Rosulullah saw bersabda :
“Tiga doa yang mustajab tanpa keraguan: doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Tirmidzi)
Contoh Orang Tua Teladan dalam Islam
- Nabi Ibrahim ‘alaihissalām
Beliau adalah sosok ayah teladan yang selalu mendidik anaknya dengan keteladanan iman dan ketaatan. Ketika Allah memerintahkannya untuk menyembelih Ismail, sang anak tidak menolak, justru dengan taat menjawab:
يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. As-Saffāt: 102)
Ini menunjukkan keberhasilan Nabi Ibrahim dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaatan kepada anaknya.
- Luqman al-Hakim
Luqman dikenal sebagai ayah bijak yang memberikan nasihat penuh hikmah kepada anaknya. Dalam QS. Luqmān ayat 13–19, kita menemukan nasihat tentang tauhid, akhlak, kesabaran, dan tata krama sosial.
Salah satu nasihatnya:
يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang besar.”
(QS. Luqmān: 13)
- Rasulullah ﷺ dan Fathimah r.a.
Rasulullah ﷺ menjadi teladan terbaik sebagai ayah. Beliau sangat mencintai putrinya, Fathimah, dan selalu menasihatinya untuk menjaga ibadah dan kesederhanaan. Keteladanan beliau menjadikan Fathimah tumbuh sebagai wanita salehah dan ibu dari dua pemimpin pemuda surga, Hasan dan Husain.
Kesimpulan
Peran orang tua dalam mendidik anak merupakan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi dimulai dari rumah — melalui keteladanan, doa, dan kasih sayang. Jika setiap orang tua mampu menjalankan perannya dengan baik, maka akan lahirlah generasi yang soleh dan solehah yang membawa keberkahan bagi umat dan bangsa.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
“Ya Allah, perbaikilah anak keturunan kami, dan jadikanlah mereka penyejuk mata kami di dunia dan akhirat.”
Oleh : Rizqi Mubarok, S.H (Peserta sekolah tabligh PWM Jawa Tengah kelas banjarnegara, dan Mudir MBS Kalibening)
Editor : Mr
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Motivasi untuk Beramal Saleh Karena Kehidupan Dunia Hanya Sementara
Menurut Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, kehidupan dunia bersifat sementara dan merupakan ladang untuk beramal saleh serta berjuang di jalan Allah, sebagai persiapan untuk kehid
